Perbedaan Reklame Non Komersial dan Reklame Komersial

Gambar diambil dari Google
Gambar diambil dari Google

Perbedaan Reklame Non Komersial dan Reklame Komersial

Kehadiran reklame baik komersial maupun reklame non komersial tentu sudah tak asing lagi. Anda sering melihat reklame di surat kabar, televisi maupun berupa baliho di pinggir jalan. Reklame komersial merupakan jenis reklame yang paling umum kita lihat terutama karena berisi ajakan untuk membeli atau mencoba barang maupun layanan jasa tertentu.

Berbeda dengan reklame komersial yang bertujuan untuk mencari untung. Reklame non komersial tidak bertujuan untuk mencari untung maupun menawarkan barang dan jasa, melainkan untuk mengajak dan menghimbau masyarakat untuk melakukan sesuatu. Itu sebabnya iklan non komersial ini sering disebut dengan iklan layanan masyarakat atau iklan sosial.

Contoh Reklame Non Komersial

Gambar diambil dari Google
Gambar diambil dari Google

Reklame non komersial memiliki tujuan yang pasti yakni mengajak masyarakat untuk mencapai kualitas kehidupan yang lebih baik (menurut pemasang iklan). Hal tersebut bisa Anda lihat di beberapa contoh iklan non komersial seperti iklan himbauan untuk berhenti merokok, iklan anti narkoba, iklan pemanasan global, iklan bijak pembayaran pajak, iklan keluarga berencana dan iklan sosial lainnya. Meski terkesan formal, iklan non komersial ini tetap menggunakan teks, bahasa, gambar dan tata letak yang menarik dan mudah dipahami oleh masyarakat.

Bentuk Reklame Non Komersial

Seperti halnya reklame komersial, reklame non komersial juga bisa ditemui dalam beberapa bentuk. Beberapa bentuk iklan non komersial yang populer diantaranya :

Baliho

Reklame non komersial berbentuk baliho biasa kita lihat terpasang di tiang besar di tepi jalan, jembatan penyeberangan dan tempat strategis lainnya. Reklame ini berisi tulisan dan gambar informatif yang mengajak masyarakat melakukan suatu gerakan atau menghimbau masyarakat. Biasanya reklame seperti ini bersifat semi permanen sehingga balihonya bisa diganti-ganti walaupun menggunakan tiang yang sama.

Brosur

Reklame non komersial berbentuk brosur dibuat pada selembar kertas yang berisi informasi lebih rinci dan jelas mengenai suatu ajakan gerakan tertentu. Ukurannya yang tak terlalu besar membuat brosur non komersial mudah disebarluaskan. Biasanya brosur non komersial ini disebarkan di perempatan jalan, mall, warnet atau pusat keramaian lainnya.

Spanduk

Menjelang Pemilu biasanya banyak dipasang reklame non komersial berbentuk spanduk di pinggir jalan, gedung atau di gapura masuk suatu kampung. Baliho merupakan reklame berisi informasi yang dibuat secara ringkas dan padat menggunakan kain dan dibentangkan di antara dua tiang atau dia pohon. Penempatan spanduk lazimnya berada di tempat strategis sehingga masyarakat bisa membacanya dengan mudah.

Poster

Reklame non komersial juga bisa ditemui dalam bentuk poster yang ditempatkan di tempat strategis sehingga masyarakat mudah membacanya. Reklame berbentuk poster memiliki ukuran lebih besar dari reklame berbentuk brosur hanya saja tidak disebarkan melainkan ditempel di dinding.

Masih banyak lagi bentuk reklame non komersial yang bisa Anda temui. Dengan mengenal perbedaan reklame non komersial dan komersial, harapannya Anda tak kesulitan ketika membuat suatu iklan non komersial nanti.

Jika Anda sedang mencari vendor untuk membuat reklame Jogja, Anda bisa mempercayakan SCM Advertising Yogyakarta untuk desain dan produksi reklame Jogja. Kami memudahkan Anda untuk desain dan produksi reklame yang murah namun dengan kualitas yang baik. Percayakan semua kepada SCM Advertising, Anda bisa berkonsultasi dulu soal desain, bahan dan anggaran lewat DM disemua sosial media kami, maka team kami akan memberikan solusi terbaik untuk kebutuhan promosi Anda.
Mudah bukan? Jadi tunggu apa lagi, silahkan hubungi kami untuk informasi dan pemesanan reklame di Jogja.

Leave a Reply